Rilakkuma Lovers (● ㉦ ●)
Rilakkuma Owner



Moments About Links

Hay! Welcome there. I'm Rilakkuma Lovers. 17 years old. Muslim. East Lombok, West Nusa Tenggara. Just enjoy and keep reading guys :)

Peringatan!

Copy boleh, tapi harus izin dulu ya. Please jangan jadi pencuri. Gak baik loh. Dosa :)

NETWORKS

Facebook : Baiq Kartika Wulandari
Twitter : @BAIQKarthika




Peer B.Indo gue ♥ Ngebuat Cerpen ♥

ini cerpen adalah cerpen pertama yang gue bikin 
judulnya " My stern teacher "
♥ lope² dahh buat ini cerpen (: 
walaupun mungkin gak bagus² amet..okelahh selamat membaca !!


My stern teacher
Malam semakin gelap, tak terasa waktu pun berjalan amatlah cepat. Syifa yang masih sibuk dengan laptop dan tugas Bahasa Jerman nya terpaksa harus menahan ngatuk dan pedihnya mata. Tugas Bahasa Jerman yang ia kerjakan sebentar lagi selesai. Namun tanpa ia sadari malam semakin larut, tak terasa sudah pukul 20.00. Seisi rumah pun seakan tak berpenghuni. Seiring berjalannya waktu tugas Syifa pun selesai.
“ Alhamdulillah ini tugas udah jadi, huamm saatnya tidur.” ucap Syifa tersenyum senang. Syifa pun tertidur lelap dalam gelapnya malam.

Keesokan harinya Syifa bangun terlambat. Hari ini tampak cerah dengan matahari yang bersinar menyusup masuk ke dalam kamar Syifa. Syifa masih berbaring di atas tempat tidurnya, padahal hari sudah siang.
“ Syifa, sudah pukul 06.30 nak, apa kau tidak sekolah ? ”
“ Astaga.” jawabku dalam hati.
“ Iya bu, Syifa dah bangun.” Sahut Syifa pada ibu.
“ Aduh.” Pikir Syifa.
“ Gimana nih Syifa belum sholat subuh, kalo ibu tau pasti bakal di marahin.” kata Syifa.
“ Aduh pasti gara-gara semalem.” ucap Syifa sambil ketakutan.
Syifa pun bergegas untuk mengambil air wudhu.
“Alhamdulillah, Syifa udah sholat.” ucap Syifa.
Syifa berlari menuju garasi untuk mengambil si Pinky. Dia berangkat ke sekolah dengan sepeda kesayangannya itu.
“ Waduhh gawat nihh.” ungkapnya gugup.Syifa keluar melalui gerbang depan dan melambaikan tangan kepada ibunya sambil mengatakan “ Assalamualaikum ibu, Syifa jalan dulu.” ucap Syifa sambil melempar senyum pada ibunya.
Ibunya pun menjawab “ Waalaikumussalam nak.” jawab ibu Syifa sambil melambaikan tangan kepada anak bungsunya itu.

Syifa mengayuh sepeda kesayangannya dengan amat kencang. Hari itu Syifa harap-harap cemas, karena hari itu dia bangun terlambat. Di tengah jalan Syifa bertemu dengan teman-teman sekelasnya yaitu Intan dan Gina.
“ Intannn… Ginaaa… ” ucap Syifa dengan sangat keras.
“ Tunggu saya, kalian cepet banget sih ngayuh sepedanya, Syifa sampe ngos-ngosan nih ngejer kalian berdua. “ ucap Syifa kembali.
“ Maaf-maaf kita berdua buru-buru abis ini kan hari senin, lagian kita bakal apel bendera.” jawab Intan.
“ Aduh udah deh buruan ngobrolnya entar kita kehadang sama Pak Satpam.” jawab Gina dengan takut.
Mereka pun mengayuh sepeda dengan sangat kencangnya dan tak lama kemudian mereka pun sampai di sekolah. Setelah menaruh sepeda mereka di parkiran, mereka pun berlari menuju kelas. Mereka datang tepat waktu. Bel pertanda di mulainya apel pagi pun berbunyi. Mereka bergegas berbaris di lapangan.

Apel pagi pun telah usai. Mereka masuk ke dalam kelas untuk belajar. Satu jam pelajaran telah selesai, akhirnya masuk jam pelajaran kedua yaitu Matematika, hari itu mereka sedang membahas materi tentang bangun ruang. Syifa dapat menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Pak guru dengan benar begitu juga dengan Intan dan Gina. Dengan khusuk mereka semua memperhatikan penjelasan dari guru mereka. Tak terasa sudah tiga jam lamanya pelajaran itu berlangsung dan itu artinya pelajaran telah usai.
Teng…teng…teng jam istirahat telah tiba, mereka pun menuju kantin untuk membeli makanan.

Perbincangan mulai terjadi di antara mereka. “ Ehh ke kantin yukk, udah laper nih.” ucap Gina.
“ Yaaa.” jawab Syifa. Mereka pun bergegas menuju kantin sekolah.
Di tengah keramaian kantin, mereka terjebak di antara banyaknya para siswa yang mengantri untuk berbelanja.
“ Astagaaaa, gimana nihh fa ? kita balik aja yukk.” ucap Intan.
“ Ya nihh, rame bener.” sahut Syifa.
“ Saya nyerah aja kalo gini, hehh pake panas segala lagi.” jawab Gina.
Akhirnya mereka bertiga menyerah dan lebih memilih untuk keluar dari tengah keramaian kantin. Mereka lebih memilih tidak jajan di bandingkan harus berpanas-panasan di dalam sana. Setelah selang beberapa menit akhirnya kantin pun sepi dan itu merupakan kesempatan untuk mereka bertiga berbelanja, yahh walaupun jam istirahat tinggal sepuluh menit lagi. Tak apalah pikir mereka yang penting mereka bisa belanja.
              
            Selanjutnya jam pelajaran terakhir ialah Bahasa Jerman. Sebelum guru mereka datang semua siswa yang berada dalam kelas 3 B sibuk mengeluarkan buku tugas mereka. Mereka hanya memastikan apakah tugas yang mereka buat sudah jadi atau tidak. Jelas saja para murid kelas 3 B begitu karena guru Bahasa Jerman mereka sangat galak. Guru itu bernama Ibu Lina, beliau ialah guru tergalak di SMP Mulia Bakti. Detik-detik penantian pun berakhir, Ibu guru galak tersebut berjalan di koridor depan kelas mereka.
“ Ehh bu Lina dateng tuhh.” Sorak Intan kepada teman-temannya.
Semua murid duduk di bangku mereka masing-masing. Sesampainya di kelas Syifa yaitu kelas 3 B, bu Lina pun mulai menagih tugas yang telah ia berikan kepada kami.
“ Kumpulkan tugas yang kemarin.” ucap Bu Lina. Semua murid yang ada di dalam kelas tersebut termasuk Syifa, Intan, dan Gina, mengambil langkah kaki cepat.
“ Cepat-cepat dasar lambat.” Kata bu Lina dengan nada marah.
Semua murid bergegas mengumpulkan tugas mereka. Sama seperti biasanya suasana kelas 3 B selalu hening ketika pelajaran Bahasa Jerman berlangsung. Guru tersebut memulai pelajarannya “ Wie geht es Ihnen heute ? “ tanya Bu guru. Maksudnya adalah bagaimana kabarmu hari ini ? atau kalo Bahasa Inggris biasa kita denger dengan kalimat How are you today ? 
“ Walaaaa ini guru mulai lagi ngeluarin bahasa GILANYA.” ungkap Hadi.
“ Hehhh kamu itu yaa, di jewer baru tau rasa.” Sambut Gina.
Seluruh siswa menjawab. “ Gar nicht so schlecht.” jawab mereka semua. Atau yang maksudnya adalah tidak terlalu buruk atau not so bad. Akhirnya guru mereka pun bertanya kepada mereka semua ”Apa maksud kalian mengatakan tidak terlalu buruk, what happens class ? ” Ibu guru bertanya.
Gina menjawab “ Nothing mom.” dengan nada rendah sambil menundukkan kepala. Guru itu terlihat kesal tapi dia masih merasa penasaran dengan para siswanya. Tak puas dengan jawaban itu Bu Lina kembali bertanya.
“ Are you sure ? “ tanya ibu guru.
“ Yeah mom, we sure.” jawab Syifa.
Kemudian guru Bahasa Jerman itu pun mengatakan bahwa semua siswanya tegang ketika ia mengajar.
“ Apa kalian takut Ibu ajar ? ” ungkap Bu Lina dengan nada jengkel.
Semua siswa terdiam tanpa ada yang bicara sedikitpun. Takut guru Bahasa Jermannya itu akan marah lagi, mereka semua terdiam. Tak ada satupun siswa yang berani berkutik.

“ Oke baiklah… keluarkan kertas, hari ini Ulangan !!. ucap Bu Lina.
“ Hahh gak salah Bu ? kita belum belajar. sambut Hadi sang ketua kelas.
“ Sudahh gak ada basa-basi !! buruan…emangnya kalian kira jam Ibu hanya di kelas kalian aja apa.” Jawab Ibu guru.
Padahal pelajaran itu berada pada jam terakhir. Mungkin Ibu guru itu lupa bahwa dia sedang mengajar pada jam pelajaran terakhir.
Namun dengan raut wajah pasrah Intan, Syifa, Gina dan yang lainnya berusaha untuk mengerjakan soal Ulangan tersebut.
“ Syukur tadi malem Syifa udah baca-baca.” kata Syifa dalam hati.
Keadaan kelas 3 B masih sama seperti biasa. Masih sama-sama menegangkan. Itu semua terlihat dari wajah mereka semua.
“ Yakk waktunya sudah habis, cepat di kumpulkan.” unggap Bu Lina.
Semua siswa bergegas mengumpulkan.
“ Hadehh saya gak tau jawaban no. 4 fa, jadi gak kejawab deh satu nomer.” ungkap Intan kecewa.
“ Kalo saya sihh jawab semua.” sambung Gina.
“ Yaya syifa juga begitu meskipun gak ada yang bolong tapi, agak ragu sma jawaban itu, tapi gak apalah yang penting gak NYONTEK kan.” jawab Syifa.
“ Mm yaa betul, itu lebih baik dari pada dapet nilai 100 tapi nyontek.. gak ada gunanya.” sambung Intan.
Semua siswa kembali duduk ke tempat duduk mereka. Menyambung percakapan yang sempat terputus tadi, Ibu guru pun bertanya “ Ehh mengenai yang tadi, mengapa sikap kalian seperti itu ? seperti tak punya sopan-santun aja kalian ini ! “
“ Bukannya begitu Bu.” Jawab hadi.
“ Lalu mengapa ? mengapa setiap Ibu masuk kalian tak bersemangat ? .” sahut Ibu guru dengan lantang.
“ Habis Ibu itu…” belum saja Gina selesai berkata, Ibu guru langsung mengatakan “ Galak ,iyaaa kan kamu mau bilang gitu kan Gin.” jawab Bu guru.
“ Yahh begitulah.” sahut Hadi pelan.
“ Ssstttt, Hadi jangan keras-keras ntar Bu Lina denger.” Jawab Syifa marah.
“ Emang bener kan,,” sahut Hadi kembali.
Judes dan galak, itulah sifat beliau yang tak di sukai oleh para siswa Mulia Bakti.
“ Ayolah… ibu bukan seorang serigala yang akan memakan kalian, ibu bersikap seperti ini karena ibu sayang sama kalian, ibu hanya ingin semua siswa-siswi ibu bisa memahami pelajaran yang ibu berikan. Cuma itu yang ibu mau nak.” sambut ibu guru sambil tersenyum.
Mendengar ungkapan guru Bahasa Jerman nya itu, sontak semua siswa tidak percaya namun, ketidak percayaan itu hilang mendengar ketulusan hati sang guru.
“ Nahh itu baru murid ibu, rileks aja gak usah tegang yaa.” ucap ibu guru.
“ Yaaa Bu.” jawab seluruh murid 3 B.
Setelah kejadian yang menghabiskan waktu yang cukup lama itu, pelajaran Bu Lina pun kembali di lanjutkan. Mereka semua tak mengira kejadian hari itu akan berakhir seperti ini. Berakhir seperti apa yang mereka harapkan. Dan dari kejadian ini mereka bisa mengerti bahwa, guru yang G A L A K belum tentu hatinya juga galak. Kita tak bisa menilai seseorang dari luarnya saja, melainkan harus di lihat dari ketulusan hati seseorang. Mereka dapat mengerti, bahwa guru Bahasa Jermannya itu bersikap seperti itu, karena memiliki alasan lain. Dan pada akhirnya hubungan antara guru Bahasa Jerman yang terkenal sangat galak itu menjadi sangat akrab dengan murid-murid kelas 3 B. 


gimana guys udahh pada baca cerpen gue gakk ?? 
ini adalah hasil imajinasi gue :) 
jujur ini gak ada kaitannya sama hidup gue !? 
ini semua tuhh hanya imajinasi semata, yahh dapet gara² sering nonton pilem kartun nihhh 
hahhaha biasanya gurunya kan galak² >.<


buat yg mau baca makasihh :)
kalo gak gapapa kok :|


yakk itu adalah cerpen buatan saya murni ciptaan sendiri :)
walaupun gak keren kan yg penting bissa buat sayyany


oke deeh makasii buat yg baca "keep reading my entrii guys"
makasihhh (┌'')┌ ┐(''┐) lagi x))