Rilakkuma Lovers (● ㉦ ●)
Rilakkuma Owner



Moments About Links

Hay! Welcome there. I'm Rilakkuma Lovers. 17 years old. Muslim. East Lombok, West Nusa Tenggara. Just enjoy and keep reading guys :)

Peringatan!

Copy boleh, tapi harus izin dulu ya. Please jangan jadi pencuri. Gak baik loh. Dosa :)

NETWORKS

Facebook : Baiq Kartika Wulandari
Twitter : @BAIQKarthika




Bale Beleq Jerowaru Sebuah Fakta Sejarah Perkembangan Islam dan Gumi Sasak




                Lombok Timur merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang bisa di bilang memiliki objek budaya yang sangat menakjubkan. Sebut saja sebuah “Bale Beleq” yang terletak di Desa Jerowaru. Bale ini merupakan sebuah Rumah Tradisional peninggalan sejarah islam yang keberadaannya tidak banyak di ketahui oleh masyarakat Lombok Timur sendiri. Bale Beleq berasal dari kata “Bale” yang dalam bahasa sasak di artikan sebagai rumah, sementara “Beleq” dalam bahasa sasak di artikan besar. Ukuran Bale Beleq ini dapat di katagorikan sebagai bangunan yang cukup besar, dengan bangunan yang beratapkan ilalang, berdinding anyaman bambu (bedek) dan berlantaikan tanah liat.

            Bale Beleq merupakan sebuah rumah tradisional yang konon katanya di dirikan oleh Sembilan Wali . Bale Beleq ini di dirikan sehari penuh yang di mulai dari jam 6 pagi hingga selesai pada jam 6 sore. Namun anehnya dari kesembilan wali tersebut tidak ada satupun masyarakat yang mengetahui jelas siapa pelopor pendiri Bale Beleq yang ada di Jerowaru. Seperti yang di katakan oleh Amaq Marjun seorang penunggu Bale Beleq “Allah hualam baiq, ite endah ndek te ketaon. Pokok intin jak salak sekek lengan siwak wali niki.” Memang hal ini sangat sulit untuk di buktikan, mengingat tidak ada dokumen tertulis ataupun gambaran yang logis mengenai peristiwa ini.


            Beragam upacara pun sering di adakan di Bale Beleq setiap bulan ke 6, contohnya saja sebuah upacara tolak bala, nyelamet dese, dan upacara adat yang bertujuan untuk memohon turunnya hujan. Upacara adat ini selalu berlangsung dengan hikmat. Karena selalu berjalan lancar dan seluruh kalangan masyarkat selalu antusias mengikuti.

            Tahap demi tahap proses dalam upacara adat di Bale Beleq Jerowaru ini sangatlah unik, karena berbagai kalangan masyarakat tumpah ruah dalam acara ini. Acara pertama di buka dengan pembacaan hikayat lontar oleh sang pemaos. “Pemaos” ialah sebutan bagi seorang pembaca hikayat lontar. Kemudian di lanjutkan dengan aktifitas sekelompok masyarakat yang mempersiapkan dulang-dulang yang nantinya di isi dan akan di bawa ke Bale Beleq dan Masjid sekitar untuk di persembahkan. Kemudian di ikuti oleh sekelompok amaq-amaq atau bapak-bapak  yang tengah bertugas menyembelih kambing yang akan di peruntukkan dalam upacara tersebut, setelah itu mengolah dan memasak daging kambing tersebut, dan uniknya lagi proses masak-memasak ini di lakukan oleh para wanita yang sudah Menopause. Hal itu juga merupakan syarat yang wajib, karena jika ritual tersebut di lakukan oleh seorang wanita yang sedang menstruasi, maka ritual yang sedang di lakukan di anggap gagal dan harus di ulang kembali. Maka dari itulah hanya seorang wanita yang sudah mengalami masa menopauselah yang dapat melakukan kegiatan masak-memasak. 

            Fungsi utama dari Bale Beleq yang ada di Jerowaru ialah sebagai tempat pertemuan bagi tokoh-tokoh pembesar seperti para tokoh agama, tokoh adat dan pembesar-pembesar kerajaan pada masa itu. Bale ini menjadi sarana bagi mereka untuk bermusyawarah membicarakan berbagai hal mengenai keagamaan, kemasyarakatan dan aspek-aspek yang berkaitan dengan kehidupan gumi sasak selanjutnya. Hingga kini, fungsi dari keberadaan Bale Beleq ini masih sama seperti sediakala, namun sekarang bertambah fungsi menjadi tempat penyimpanan barang-barang pusaka peninggalan para wali tersebut. Beberapa pusaka peninggalan para wali yang sampai saat ini wujudnya masih dapat kita lihat sebagai BCB ( Benda Cagar Budaya ) seperti Keris, Jungkat (tombak), Dulang tinggi, Gong, Gandek, Keminang kuning, sebuah Al-Qur'an tua, dan beberapa barang pecah belah seperti Piring, Mangkuk, Cangkir dan lain sebagainya.

Keris


Tombak
Gong
Dulang Tinggi


Gandek


Barang Pecah Belah


Mangkuk


Mangkuk dan Keminang Kuning


Al-Qur'an

           Beberapa gambar di atas merupakan gambar dari benda-benda pusaka peninggalan sejarah islam yang berkembang di Gumi Lombok. Berdasarkan pendapat dari salah satu penunggu Bale Beleq Bapak Maswan, pusaka-pusaka ini banyak yang berasal dari luar Indonesia, ada yang berasal dari China, Jepang, USA, Kanada dan beberapa negara lainnya di dunia. Hal ini di buktikan dengan adanya tulisan dari negara asal barang pusaka tersebut. Fakta ini terkait dengan adanya hubungan yang erat antara tokoh-tokoh yang ada di Gumi Sasak dengan berbagai negara.

            Bale Beleq merupakan salah satu nuansa budaya menarik yang ada di Lombok Timur. Sebuah situs budaya seperti ini seharusnya bisa lebih untuk di jaga kelestariannya, dan andai saja pemerintah bisa lebih mengelola Bale Beleq di Jerowaru ini dengan baik, tentu saja objek ini akan menjadi aset wisata Lombok Timur yang tak kalah dengan tempat-tempat lainnya. Maka dari itu, pemerintah hendaknya bisa membalik otak mereka dan pikirkan apa ada peluang yang bisa mereka lakukan dengan sedikit menengok ke situs objek Bale Beleq di Jerowaru yang keberadaannya sudah sangat terbengkalai dan membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah daerah.


Created by : Baiq Kartika Wulandari - SMAN 1 SELONG
(Sumber : Bale Beleq Desa Jerowaru)
(Narasumber : Amaq Marjun dan Bapak Maswan - Penunggu Bale Beleq.)